Jendral Gatot Bagikan Warisan Ajaran Sunan Kalijaga
Jendral Gatot Bagikan Warisan Ajaran Sunan Kalijaga

Jendral Gatot Bagikan Warisan Ajaran Sunan Kalijaga

Diposting pada

Dalam rangka menyambut hari raya 1 Muharram 1440 Hijriah, sahabat saya: mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo berbaik hati berbagi sembilan warisan ajaran Sunan Kalijaga sebagai berikut :

1. Urip Iku Urup

Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih “Urip Iku Urup” alias hidup itu makin menyala.

2. Memayu Hayuning Bawana

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak. Membuat dunia makin cantik.

3. Suro Dino Joyo Jayadiningrat, Lebur Dening Pangastuti

Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-aji, Sugih Tanpo Bondho

Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan.

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu .

6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman

Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja

7. Ojo Katungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan Lan Kemareman

Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

8. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Cilaka

Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka .

9. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno

Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti . Di atas langit masih ada langit .

Menakjubkan serta mengharukan betapa warisan ajaran Sunan Kalijaga dari ratusan tahun masa lalu tersebut masih mengandung inti makna kekal abadi yang masih tetap berharga untuk dihayati segenap umat manusia di masa kini sebagai bekal pedoman budi pekerti dalam menempuh perjalanan hidup sarat beban kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah ini.

Alangkah indah, damai serta sejahtera kehidupan peradaban di planet bumi ini apabila setiap insan manusia berupaya menghayati serta mengejawantahkan warisan ajaran Sunan Kalijaga menjadi kenyataan sikap dan perilaku kemanusiaan adil dan beradab.

Loading...