Subhanallah, Mustajabnya Doa Orang Yang Sedang Berhaji

Diposting pada

Pada saat musim haji, ketika bibiku diberi kesempatan oleh Allah untuk menunaikan rukun Islam kelima, seperti biasa banyak yang menitipkan doa kepada bibi, baik dari kerabat, tetangga, teman serta sanak famili lainnya. Tak ketinggalan juga aku.

Di saat bersamaan, sudah lama aku mengidam-idamkan sepeda motor baru karena sepeda motor yang aku punya sudah tua dan sering rewel. Karena berasal dari ekonomi keluarga yang pas-pasan. keinginanku untuk memiliki sepeda motor baru sepertinya hanya angan-angan belaka.

Namun aku tidak berputus asa, sebelum berangkat haji aku menitipkan sepotong doa pengharapanku kepada bibi agar saat di tanah suci nanti memanjatkan doa agar keinginanku memiliki sepeda motor baru dikabulkan Allah.

Singkat cerita, setelah 40 hari di tanah suci, bibipun tiba kembali ke tanah air. Kembali kutanyakan pada Bibi tentang hajatku. “Jangan kuatir, sudah bibi doakan, mudah-mudahan Allah berkenan,” jawab bibiku menenangkanku.

Di saat yang bersamaan, di Supermarket tempat biasa aku berbelanja sedang diadakan gebyar undian hadiah besar-besaran dalam rangka memperingati lima tahun keberadaan supermarket tersebut di kotaku.

Hadiah utamanya tiga buah sepeda motor. Pada hari yang ditentukan, diadakanlah pengundian. Setelah lama menunggu dengan perasaan tak menentu karena sampai undian hampir selesai, tak satupun hadiah yang nyantol untukku. Aku pun bergegas hendak pulang.

Tapi tiba-tiba, MC memanggil namaku. Aku terperanjat sekaligus tak percata! Karena aku dinyatakan pemenang ketiga dengan hadiah utama sepeda motor! “Alhamdulillahu Akbar, Subhanallah,” pekikku tanpa sadar saking gembiranya.

Aku langsung teringat pada bibiku yang kutitipi doa saat naik haji. “Doamu dikabulkan Allah Bibi…”, ujarku dalam hati.

Loading...