Kisah Nyata: Disiksa Di Alam Kubur Karena Zalimi Keluarga

Diposting pada

Kehidupan di alam barzah (alam kubur) tergantung amal perbuatan selama masih hidup. Jika senantiasa berbuat baik dan taat kepada Allah SWT, maka nikmat kubur yang dialaminya. Demikian pula sebaliknya. Seperti yang dialami oleh Sa’ad bin Mu’ad. Setelah meninggal dunia, ia mendapat siksa kubur karena sering berbuat kasar kepada keluarganya.

Suatu hari salah seorang sahabat Rasulullah Saw, yakni Sa’ad bin Mu’ad meninggal dunia tanpa sebab. Namun anehnya, Rasulullah enggan bertakziyah ke rumah keluarga Sa’ad.

Namun setelah beliau diundang keluarga almarhum, akhirnya Rasulullah berangkat ke rumah duka. Di rumah yang sederhana itu telah berkumpul sahabat-sahabat rasulullah yang lain untk bertakziah pula.

“Sekarang mandikanlah, kafani dan salatilah jenazah Sa’ad,” perintah Rasulullah kepada sahabat yang lain.

Rasulullah sendiri hanya melihat sambil berdiri di dekat pintu. Setelah dimandikan, jenazah itu dikafani, lalu dibawa dan diletakkan di tempat pembaringan. Tak lama kemudian jenazah itu diantar ke makam umum untuk dikuburkan.

AZAB KUBUR

Rasulullah SAW juga turut mengantarkan jenazah, namun tanpa memakai sorban dan selendang. Padahal salah satu kebiasaan Rasulullah ketika bertakziah adalah memakai sorban dan selendang. Melihat keganjilan itu, para sahabat lain tak berani bertanya maupun protes.

Daam iring-iringan jenazah, Rasulullah mengambil posisi di sebelah kanan jenazah. Namun kemudian beliau pindah ke sisi sebelah kiri jenazah. Setelah sampai di kuburan Rasulullah SAw ternyata ikut turun ke liang lahatnya dan meletakkan batu bata secara rata di atasnya.

“Duhai bebatuan kau temani aku, duhai tanah yang basah kau temani aku dan kau tutupi dia di antara bebatuan,” ujar Rasulullah.

Setelah Rasulullah naik lagi ke atas, Jenazah Sa’ad dikubur dan ditimbun dengan tanah.

“Aku tidak tahu apakah Sa’ad disiksa dan siksaan itu mengaliar padanya, tetapi Allah mencintai hamba yang beramal sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh-Nya,” tandas Rasulullah.

Setelah makam itu diratakan dengan tanah, ibu Sa’ad bersedih. Di atas makam anaknya, ia meratap pilu.

“Wahai anakku Sa’ad, istirahatlah kamu di surga,” ujar ibunda almarhum Sa’ad.

Mendengar ucapan itu, Rasulullah terhenyak. Beliau lantas menghampiri ibunda almarhum Sa’ad.

“Wahai ibu Sa’ad, janganlah kamu memaksa Tuhanmu, karena Sa’ad sekarang ini sedang ditimpa azab kubur,” ucap Rasulullah lalu pulang dari lokasi kuburan bersama sahabat yang lain.

BERAKHLAK BURUK

Dalam perjalanan pulang, para sahabat heran dengan sikap Rasulullah. Mereka lantas mendekat kepada Rasulullah dan bertanya sesuatu.

“Ya Rasulullah, kami melihat engkau bersikap terhadap Sa’ad tidak seperti kepada orang lain, engkau mengantarkan jenazah Sa’ad tanpa memakai sorban dan selendang, mengapa demikian,” ucap seorang sahabat memberanikan diri.

“Karena malaikat datang tanpa sorban dan selendang, maka aku mengikutinya,” jelas Rasulullah.

“Lalu mengapa Engkau mengambil posisi di sebelah kanan tempat pembaringan lalu pindah ke sebelah kiri,” tanya sahabat yang lain.

“Tanganku mengikuti Jibril mengambil apa yang dia ambil,” tegasnya lagi.

“Lalu mengapa Sa’ad mendapatkan siksa di alam kubur?” timpal sahabat yang lain.

“Ya, karena dia (Sa’ad) berakhlak buruk (kasar) terhadap keluarganya,” pungkas Rasulullah.

Loading...