100 Cara Berbakti Kepada Ibu, Salah Satu Penebus Dosa Besar dalam Islam

Diposting pada

Tulisan ini saya sarikan dari buku karangan Sulaiman bin Shaqir ash-Shaqir & Dr. Sulaiman bin Muhammad ash-Shagir yang berjudul “Ibumu, Ibumu, Ibumu….; Kamu dan Hartamu Kepunyaan Ayahmu…”, terbitan Pustaka Ibnu Umar – Bogor. Di dalam buku ini terdapat 100 cara yang bisa kita lakukan untuk berbakti kepada Ibu.

  1. Pilihlah hadiah yang cocok untuk setiap situasi yang bersesuaian. (misalnya pada saat hari raya).
  2. Membuat rekening khusus di bank atas nama Ibu.
  3. Memahami kondisi kehidupan Ibu.
  4. Berhati-hati dalam memilih kalimat-kalimat yang akan dikatakan di hadapan ibu Anda.
  5. Ketika anda akan bepergian, berusahalah sekuat tenaga ibu Anda menjadi orang terakhir yang Anda berpamit kepadanya.
  6. Ketika Anda datang dari bepergian, pastikan ia adalah orang pertama yang Anda datangi.
  7. Selama perjalanan, berusahalah untuk selalu berkomunikasi dengannya setiap hari, sekalipun hanya sesaat dalam waktu singkat.
  8. Berusaha Keraslah untuk menjumpai setiap hari jika Anda satu kota dengannya.
  9. Jika Ibu tidak satu kota dengan Anda, maka hendaklah Anda selalu berkomunikasi dengannya setiap hari.
  10. Termasuk hadiah terindah yang kita persembahkan kepada Ibu.
  11. Kecuplah keningnya, tangannya, dan kakinya ketika berjumpa dengannya.
  12. Ajarilah anak-anak Anda tentang tingginya kedudukan ibu Anda (yakni nenek mereka).
  13. Berusaha keras untuk memenuhi tuntutan dan keinginannya tepat pada waktunya.
  14. Janganlah Anda berjanji, kemudian tidak menepatinya.
  15. Sandarkanlah segala kesuksesan dalam hidup anda kepada Allah dan katakanlah bahwa ini berkat didikan dari Ibu Anda.
  16. Janganlah Anda membantahnya sekalipun Anda benar.
  17. Jangan menyepelekan pendapatnya di hadapan orang lain atau saudara-saudara Anda.
  18. Janganlah ketidaktahuannya dalam urusan kehidupan menyebabkan Anda kurang menghargainya atau meremehkannya.
  19. Janganlah Anda tertawa terbahak-bahak di hadapannya.
  20. Pastikan ibu Anda orang pertama yang mendengar berita gembira dalam hidup Anda.
  21. Jaga dan peliharalah kesehatannya.
  22. Buatlah jadwal bulanan untuk medical check up lengkap.
  23. Penuhilah kebutuhan-kebutuhannya sesuai dengan tingkat usianya.
  24. Ketika ia sakit dan ia merasa kesakitan, maka rasakan pula kesakitannya oleh Anda.
  25. Tenangkan Ia ketika sakit.
  26. Datangkanlah dokter-dokter specialis ke tempat tinggalnya.
  27. Tolonglah ibu Anda dalam bersilaturahmi kepada kaum kerabatnya.
  28. Sediakan kotak khusus untuk ibu Anda, yang selalu diisi dengan berbagai macam biskuit, penganan yang manis-manis, mainan-mainan dan hadiah-hadiah kecil.
  29. Ketika ibu Anda mengadakan perjalan ke suatu tempat yang jauh, usahakanlah untuk menghubunginya.
  30. Janganlah anda mengungkapkan kesedihan yang memilukan kepadanya.
  31. Janganlah anda membicarakan kesulitan rumah tangga di hadapannya, karena urusan itu akan membuatnya sedih.
  32. Janganlah Anda sering memuji istri anda sendiri di hadapannya.
  33. Demikian pula, janganlah anda ceritakan setiap hubungan anda dengan Ibu Anda kepada Isteri Anda.
  34. Jauhilah dari menghakimi persoalan rumah tangga yang timbul antara ibu dan ayah Anda.
  35. Jangan mengkritik pakaiannya, penampilannya, pilihannya, suasa hatinya, atau gaya bicaranya, atau caranya menangani sesuatu.
  36. Jalinlah hubungan anda bersama saudara-saudara anda dengan kuat.
  37. Bagaimanapun keadaan rumah tangga kedua orang tua anda, maka janganlah mendukung ayah anda untuk menikah lagi.
  38. Ajarilah ibu Anda perkara-perkara Agama dengan bijaksana dan nasehat yang baik.
  39. Jangalah Anda menghalanginya untuk menghadiri majelis-majelis Ilmu.
  40. Waktu yang paling utama untuk beramal baik kepada orang tua adalah di saat-saat menunaikan ketaatan (dalam Ibadah).
  41. Ajukanlah permohonan maafmu untuk saudara-saudaramuu yang melakukan kesalahan.
  42. Janganlah anda membesar-besarkan kesalahan orang lain di hadapan Ibu.
  43. Jangalah Anda membuat terkejut dengan kabar berita yang menyedihkan atau bencana yang tiba-tiba, tanpa membuat ibu anda siap untuk mendengarnya.
  44. Wanita, tanpa memandang usia, dia akan merindukan kata-kata yang emosional dan romantis, maka janganlah halangi mereka dari mendengar kata-kata puitis yang segar dari suara Anda.
  45. Jangan Anda katakan bahwa ia telah tua.
  46. Janglah anda mencegah Ibu dari menggunakan apapun yang disukai wanita.
  47. Jika ayah anda memiliki isteri-isteri yang lain selain Ibu anda, dan di antara merka terdapat perselisihan, maka janganlah Anda memuji mereka di hadapan ibu Anda.
  48. Jangalah Anda terlalu banyak memuji hasil didikan orang lain di hadapan ibu Anda.
  49. Ketika ibu Anda berbicara, pasanglah pendengaran anda juga penglihatan dan hati Anda.
  50. Datangilah Ibu Anda selalu dengan senyum
  51. Ceritakanlah kejadian-kejadian dunia di sekitarnya.
  52. Pujilah didikannya selamanya.
  53. Sampaikanlah bahwa obsesi terbesar dalam hidup anda adalah agar ibu Anda hidup bahagia.
  54. Jika ayah dan ibu anda masih hidup jangan terlewat untuk berbuat baik kepada mereka berdua.
  55. Wakaflah atas nama ibu Anda untuk menambah kebaikannya
  56. Ketika ibu Anda menyebutkan kepada Anda sebagian dari angan-angannya, maka janganlah Anda menunggu beliau memintanya kepada Anda.
  57. Dahulukan ibu Anda di atas seluruh kesibukan Anda.
  58. Hormatilah Ibu Anda di rumah Anda
  59. Bawalah ia bertamasya bersama-sama dengan Anda dan anak-anak Anda.
  60. Di waktu yang lain, sekali-kali, ajaklah Ibu anda untuk bersama-sama dengan Anda untuk bersama-sama dengan anda menikmati salah satu makanan kesukaannya di restoran cukup baik.
  61. Kunjungilah toko-toko, atau tempat belanja bersamanya.
  62. Berikanlah hadiah yang cocok untuk kaum pria agar dapat ibu berikan kepada Ayah anda.
  63. Memuji ayah Anda.
  64. Memuji apa yang ibu Anda lakukan.
  65. Jagalah rahasia ibu Anda, dan biarkan ibu anda mengetahui rahasia-rahasia Anda.
  66. Hendaklah menjadi sandaran yang dapat melindungi ibu Anda dalam menghadai kesusahan dan penderitannya.
  67. Kelembutan anda terhadap saudara-saudara perempuan Anda.
  68. Jangalah Anda malu dengan tindakan apa pun yang dilakukan oleh Ibu Anda yang sesuai dengan usianya, namun tidak cocok dengan dunia di sekitarnya.
  69. Ajarkanlah kepada anak-anak anda untuk bersikap lemah lembut terhadap ibu Anda.
  70. Peganglah tangannya di masa tuanya.
  71. Sediakan hadiah atau penghargaan bagi anak-anak Anda yang memperlakukan ibu Anda dengan baik.
  72. Seorang Ibu akan mementingkan untuk tinggal di rumahnya, maka bantulah ia untuk membuat rumahnya nyaman dengan suasana yang terbaik.
  73. Sediakan tempat khusus di kamar tidur ibu.
  74. Berbuat baiklah kepada kaum kerabat Ibu. Dan bantulah Ibu Anda untuk berbuat baik kepada mereka.
  75. Jika Ibu Anda memiliki hobi tertentu, cobalah luangkan waktu Anda bersamanya.
  76. Dalam bidang apa pun hobi anda, persembahkanlah untuk ibu Anda satu karya dari anda sendiri.
  77. Dalam beberapa komunitas masyarakat, seseorang Ibu akan senang apabila namanya digunakan untuk menamai cucu-cucunya.
  78. Ketika menaiki kendaraan, dahulukanlah ibu anda sebelum anda orang-orang selainnya.
  79. Ketika berbicara dengannya, janganlah anda menggunakan kata-kata yang keras, kasar, atau berat (sulit dipahami).
  80. Adakanlah ajang lomba untuk anak-anak yang masih kecil demi mendapatkan hadiah yang terbaik. Lalu hadiah itu diserahkan kepada ibu Anda.
  81. Pilihlah waktu-waktu mustajab untuk berdo’a.
  82. Perlihatkanlah kesan-kesan dan kekaguman teman-teman Anda terhadap semua yang diberikan oleh ibu Anda kepada Anda.
  83. Anda harus meluangkan waktu khusus untuk duduk bersamanya sepenuhnya.
  84. Kepada para gadis, hendaklah mereka mempersilahkan ibunya untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka.
  85. Banggakanlah ibu Anda
  86. Perdengarkanlan kepadanya kisah-kisah tentang berbuat baik kepada orang tua.
  87. Mintalah kepada ibu Anda untuk mendoakan Anda, semoga Allah memberikan rizki berupa dapat berbuat baik kepadanya (kepada Ibu Anda).
  88. Mintalah selalu keridhoan ibu terhadap Anda.
  89. Berlombalah anda dengan semua orang untuk berbuat baik kepadanya.
  90. Janganlah Anda menaikan suara Anda.
  91. Jika anda satu kota dengannya, namun masih dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh maka perdekatlah.
  92. Jika anda bekerja di kota lain, berusahalah untuk menghubunginya dalam setiap kesempatan
  93. Jika Anda berada di kota lain, maka tidak cukup jika Anda berkunjung sendirian. Ajaklah istri dan anak anda ketika mengunjunginya.
  94. Dalam banyak hal, anda harus mengalahkan diri anda sendiri dan keinginan nafsu anda pribadi dalam rangka mendahulukan Anda.
  95. Hisablah (introspeksi) diri anda sepanjang waktu dan periksalah dengan teliti apakah anda telah benar-benar berbat baik kepada ibu Anda, atau masih melalaikannya.
  96. Jadilah Anda orang yang memiliki keyakinan (yang tidak tergoyahkan) selamanya.
  97. Di saat ibu Anda jatuh sakit, tinggallah bersamanya. Awasilah ia dengan segenap perhatian Anda.
  98. Pujilah selalu gaun yang ia kenakan
  99. Ceritakanlah peristiwa-peristiwa dalam perjalanan Anda.
  100. Sikapilah keprihatinannya dengan lapang dada. Terimalah kritikannya dengan jiwa besar.

Dalam mengarungi kehidupan dunia ini, tidak sedikit manusia yang terpeleset ke dalam jurang maksiyat dan lembah dosa. Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mendapatkan ampunan Allah SWT atas dosa yang dilakukan adalah dengan berbuat baik kepada kedua orang tua.

Berikut kutipan pendapat Salafush Sholih yang menyatakan bahwa Birrul Walidain, berbuat baik kepada kedua orang tua, bisa menjadi Kafarat / penebus dosa, bahkan dosa-dosa besar. Kutipan ini saya ambil dari buku Bakti Anak kepada Ibu Bapak karangan Ibrahim bin Abdullah Musa Al Hazimi yang diterbitkan oleh Media Hidayah – Jogjakarta (2005).

Ibnu Abbas pernah ditanya tentang bentuk taubat seseorang yang telah membunuh istrinya. Dia menjawab, “Bila dia mempunyai orang tua, berbuat baiklah kepada keduanya selama mereka masih hidup. Mudah-mudahan dengan cara seperti itu Allah akan mengampuni dosanya itu” Ibnu Abbas juga pernah ditanya oleh seseorang tentang seorang wanita yang mempelajari ilmu sihir dan dia ingin bertaubat dari perbuatannya itu. Ibnu Abbas memberi solusi yang sama. (Sumber: Kitab Bahjah al Majalis (hal. 785)

Makhul, seorang tabi’in yang mulia, pernah berkata, “Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan kafarat (denda) dari dosa-dosa besar”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia pernah berkata, “Sesungguhnya Allah menghapus hukuman terhadap Sulaiman bin Dawud berkenaan dengan kasus burung hud-hud disebabkan dia berbuat baik kepada Ibunya.” (Sumber: Bahjah Al Majalis karya Ibnu Abdil Barr hlm. 759)

Bahkan ketika ada di antara salafush sholih melakukan kekhilafan terhadap orang tua mereka, maka mereka tebus kesalahan mereka dengan amal yang luar biasa. Apa yang dilakukan oleh Abdullah bin Aun misalnya. Abu Ishaq Ar Riqqi Al Hanbali, ketika menyebutkan biografi Abdullah bin Aun berkata, “Pernah suatu ketika dia dipanggil oleh ibunya. Tanpa disadari dia mengeraskan suara melebihi suara ibunya. Karena hal tersebut dia membebaskan dua orang budak”. (sumber : Ahsan al Mahasin karya Abu Ishaq (hlm. 348)

Ada juga diantara mereka rahimahullah yang tidak berani makan bersama sang Ibu karena khawatir mendahului makan makanan yang hendak dimakan oleh ibunya.

Adalah Zainal Abidin seseorang yang sangat berbakti kepada Ibunya. Saking berbaktinya, ada orang-orang berkata kepadanya, “Sungguh, kamu adalah orang yang sangat berbakti kepada ibumu. Tetapi, kami tidak pernah melihat kamu makan bersama ibumu dalam satu piring?. Dia menjawab, “Saya khawatir mendahului makan makanan yang hendak dimakan oleh ibu saya. Karena menurut saya itu termasuk tindakan durhaka kepadanya.” (sumber:Muhadarat al Adiba‘ hlm. 327 dan kitab wafayat Al A’yan (III/268).

Demikian semoga bermanfaat. Allahua’lam Bishowab.

Loading...