Potret Terbaru Istri Syeh Puji yang Dinikahi Usia 12 Tahun, Kini Makin Cantik dan Keibuan

Diposting pada

Publik Tanah Air rasanya sudah tidak asing lagi dengan nama Syekh Puji.

Pada 2008 silam, pria berjanggut tebal ini bikin heboh karena menikahi gadis besia 12 tahun bernama Lutifiana Ulfa

Ia bersikukuh bahwa pernikahannya tidak menyalahi aturan Islam.

Namun, tetap saja perilaku Syekh Puji melanggar UU Perkawinan dan Perlindungan Anak.

Pria bernama lengkap Pujiono Cahyo Widianto itu juga sempat bertemu dengan Seto Mulyadi atau Kak Seto pada Oktober 2008.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah Syekh Puji bersedia membatalkan pernikahan.

Alih-alih melepaskan Lutifiana Ulfa, Syekh Puji nyatanya masih melanjutkan perkawinannya.

Ia beralasan, sang istri memberi persetujuan.

Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus terkait dugaan pelanggaran UU Perlindungan Anak yang dilakukan Syekh Puji.

Akhirnya, pada Maret 2009, Syekh Puji ditetapkan sebagai tersangka.

Pria yang kerap memakai jubah warna putih itu sempat merasakan tidur di balik jeruji besi Polrestabes Semarang, Jawa Tengah.

Namun, tak berselang lama, ia dinyatakan bebas bersyarat.

Sejak itulah, Syekh Puji ‘menghilang’ dari pemberitaan.

Hal yang menarik adalah penampilan terbaru Ulfa begitu berbeda dari sebelumnya.

Bila dulu ia terlihat polos, kini Ulfa semakin cantik dan keibuan.

Melansir dari nakita.id, beredar foto saat Syekh Puji dan Ulfa sedang berkumpul bersama beberapa orang di sebuah ruangan.

Ulfa terlihat menggendong buah sang buah hati. Senyumnya merekah, kecantikannya pun terpancar.

Berikut fotonya:

Bagaimana dengan Syekh Puji?

Berdasarkan informasi Pos Belitung dari seorang penulis blog, Arief Firhanusa, kehidupan Syekh Puji berbeda dari sebelumnya.

“Beberapa kali saya pernah melihatnya dengan jubah putih ala padang pasir seperti saat ia menaiki Yamaha Mio sedang membeli bensin di SPBU dekat rumah sekaligus pondok pesantrennya, Miftahul Jannah, tanpa helm, belum lama ini,”

“Kali lain, belum lama ini, saya juga sempat melihatnya sedang belanja sesuatu di pasar Bandungan, sebuah obyek wisata masih di kawasan Kabupaten Semarang, tanpa jubah dan tasbih besar di leher.

Kata pedagang pasar, ia membeli sayuran untuk pakan kijang-kijang yang ia pelihara di pekarangan,” tulisnya di Kompasiana.

Syekh Puji kabarnya juga sekarang tak suka pamer, dia lebih fokus pada bisnis yang digelutinya di PT Sinar Lendoh Terang (Silenter).

Usahanya tersebut memproduksi kaligrafi berlapis kuningan yang diekspor dengan pendapatan bersih lebih dari Rp 300 juta per bulan.

Loading...