“Jika Lihat Geng Motor Bertingkah Brutal, Silahkan Dihakimi Secara Massa,”

Diposting pada

Belum lama ini warga Depok dihebohkan oleh aksi Geng motor ‘Jepang’ yang menjarah toko pakaian. Selain itu, para pelaku juga pernah melakukan pemerasan di sebuah warteg dan merampas motor milik pengunjung warteg.

Tak hanya di Depok, Kepolisian Resor Kota Besar Semarang juga berhasil mengamankan kelompok serupa.

Geng motor yang menamai dirinya sebagai TT136 ini dikenal kerap beraksi dengan brutal dan meresahkan masyarakat. Bahkan, kelompok ini juga berniat merusuh dalam perayaan tahun baru 2018.

DJN (17) merupakan pemimpin dari kelompok yang beranggotakan 13 orang tersebut. Rata-rata anggota geng ini merupakan anak sekolah berusia 16 tahun.

Sabtu (22/12/2017) lalu, geng ini membacok seorang warga di jembatan tol Mayaran, Semarang Barat. Atas laporan warga, polisi kemudian bergerak dan mengamankan geng pimpinan DJN tersebut.

“Karena aksi mereka, sudah ada korban putus jari tangannya. Kemudian robek di dalam dadanya. Saat ini korban mengalami perawatan,” terang Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Polisi Abiyoso Seno Aji, saat menggelar konferensi pers, Jumat (29/12/2017).

Geng yang dikenal brutal ini diketahui tengah menyiapkan tawuran dengan geng lain. Bukan cuma pada musuhnya, mereka juga tak ragu menganiaya siapa pun yang melintas di lokasi tawuran. Sejumlah senjata tajam pun telah dipersiapkan.

Semantara itu, polisi menyebut bahwa geng motor yang beraksi dengan bengis dan brutal makin banyak muncul di Semarang. Biasanya mereka merekrut anggota baru melalui media sosial. Untuk itu, Abiyoso memastikan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku meski rata-rata masih remaja.

“Saya tegaskan pula, saya halalkan bagi masyarakat Semarang, apabila menemukan pelaku-pelaku seperti ini, untuk dihakimi secara massa. Saya tegaskan kembali. Saya halalkan dihakimi secara massa. Saya tidak melihat sisi usianya, tapi perilakunya yang sampai menimbulkan korban dan meresahkan masyarakat secara luas,” tutur Abiyoso.

Saat mengamankan pelaku yang masih bersekolah di tingkat SMP hingga SMA ini, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga bilah celurit, potongan besi pagar tajam, handphone, sepeda motor, dan rantai kapal.

Loading...