Meski Tidak Cantik Secara Lahiriah, Istri Seperti Ini Ternyata Lebih Membahagiakan Suami

Diposting pada

Kesejukan wajah, sungguh tidak berhubungan dengan kecantikan. Bagi seorang yang belum menikah, kecantikan wajah boleh jadi begitu penting atau bahkan terpenting, sehingga ada yang menikah atas dasar kecantikan wajah.

Akan tetapi seorang yang sudah menikah, atau seorang yang sudah menghayati sebuah pernikahan, kecantikan wajah terasa demikian tidak pentingnya. Kecantikan wajah terletak di urutan nomor kesekian. Jauh lebih penting daripada kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.

Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengenai seorang istri yang apabila dipandang membuat suami semakin sayang, tidak hanya berlaku bagi mereka yang memiliki kecantikan luar biasa.

Boleh jadi mereka yang menurut penilaian umum sangat tidak cantik, justru menyimpan keteduhan jiwa yang luar biasa sehingga dapat menghapus kepenatan psikis dan fisik suami saat datang. Sebaliknya, bisa jadi kecantikan wajah yang dikenang-kenang dan diangan-angankan sebelum menikah, tampak demikian membosankan dan melelahkan mata. Maka, jadilah seorang istri yang cantik di hati suami, karena dengan begitu salah satu ciri istri shaleh akan mengikuti.

“Tiga kunci kebahagiaan laki-laki adalah istri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar ke mana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih-sayang.

Tiga perkara yang membuatnya sengsara adalah istri yang tidak membuatmu bahagia jika dipandang dan tidak bisa menjaga lidahnya, juga tidak membuatmu merasa aman jika kamu pergi karena tidak bisa menjaga kehormatan diri dan hartamu; kendaraan rusak yang jika dipakai hanya membuatmu lelah dan jika kamu tinggalkan tidak bisa mengantarmu pergi; dan rumah yang sempit yang tidak kamu temukan kedamaian di dalamnya.”

Dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim berkata, “Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikan penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali.

Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui keelokan yang lain. Meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya. Karena kecocokan akhlak merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala-galanya. Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab.”

Sumber: Buku Kado Pernikahan untuk Istriku/Mohammad Fauzil Adhim/Mitra Pustaka

Loading...