Karena Kecanduan Rokok, Wanita Ini Gugat PT Djarum dan Gudang Garam Rp 1,4 Triliun

Diposting pada

Merasa dirugikan akibat rokok, seorang wanita bernama Rohayani (50) melayangkan somasi kepada dua perusahaan rokok nasional, PT Gudang Garam Tbk dan PT Djarum.

Pada Jumat (9/3/2018) lalu, Rohayani menggandeng pengacara senior Todung Mulya Lubis dan Azas Nainggolan dari Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia guna memuluskan langkahnya.

“Kami mengajukan somasi kepada Djarum dan Gudang Garam selaku pelaku usaha yang memproduksi dan mengedarkan rokok yang dikonsumsi klien kami 1975 sampai 2000 sehingga ia mengalami kecanduan dan penurunan kualitas tingkat hidup,” kata Todung saat jumpa pers di Equity Tower, Jakarta Jumat (9/3).

Selain itu, Rohayani juga mengidap penyakit kronis akibat mengonsumsi rokok milik dua produsen tersebut.

“Sekarang paru-paru saya sudah kena, selain itu saya juga batuk-batuk berdahak,” kata Rohayani dalam jumpa pers di Equity Tower.

Kepada Gudang Garam, Rohayani menuntut ganti rugi sebesar Rp 178.074.000 sebagai ganti rugi uang yang dihabiskan Rohayani untuk membeli produk rokok ini, dan santunan senilai Rp 500 miliar.

Sementara, PT Djarum Tbk dituntut membayar ganti rugi Rp 293.068.000, ditambah santunan senilai Rp 500 miliar.

Jika ditotal, tuntutan mencapai Rp 1,47 triliun. Selain itu, ada satu alokasi lagi yang dituntut kepada dua perusahaan tersebut sebagai biaya perawatan kesehatan Rohayani. “Untuk biaya kesehatan nanti masih akan kita hitung terlebih dahulu,” lanjut Todung. Ia melanjutkan bahwa surat somasi ini sendiri dikirimkan kepada dua perusahaan pada 19 Februari 2018, sementara diakui Todung kedua perusahaan baru menerimanya pada awal Maret lalu.

Sementara Tigor menjelaskan, terkait somasi yang dilayangkan pihaknya akan menunggu pembayaran ganti rugi hingga tujuh hari mendatang.

“Jika tak dilaksanakan, ada kemungkinan kita akan membawanya ke ranah hukum,” katanya seusai acara.

Sementara itu, kedua perusahaan rokok yang disomasi tersebut mengaku belum mendapatkan berkas yang dilayangkan Rohayani dengan dua pengacaranya Todung Mulya Lubis dan Azas Tigor Nainggolan.

“Belum, kita belum terima somasinya, saya malah baru tahu dari mas,” kata Communication Manager Djarum Budi Darmawan, Jumat (8/3/2018).

Hal serupa juga dikatakan oleh Corporate Secretary PT Gudang Garam Tbk Irwan Tricahyono.

“Saya belum dengar ada somasi malah. Dan sekarang juga posisi lagi di Kediri. Saya no comment dulu,” katanya.

Lantaran mengaku belum menerima somasi tersebut, baik Budi maupun Irwan satu suara untuk tak memberi komentar lebih lanjut.

“Saya belum bisa kasih komentar karena memang belum diterima somasinya,” ucap Budi.

Loading...